Website Resmi MIN 2 Kota Tangerang Selatan

MIN 2 Tangsel adakan workshop Implementasi Kurikulum Merdeka

Ciputat Timur, 2022

Dalam rangka mempersiapkan tenaga pendidik untuk menghadapi kurikulum merdeka, dimana kurikulum ini akan dijadikan kurikulum nasional pada tahun ajaran baru mendatang. Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Kota Tangerang Selatan menggelar workshop Implementasi Kurikulum Merdeka yang diselenggarakan pada Hari Sabtu, 4 Februari 2023 bertempat Aula MIN 2 Kota Tangerang Selatan.

Kepala MIN 2 Kota Tangerang Selatan, Ratu Feti Fathiyati, S.Ag mengatakan bahwa “Perubahan itu adalah suatu keniscayaan, maka dari itu kita harus mengikuti perubahan tersebut, apalagi ini tentang sebuah konsep Pendidikan secara Nasional yang dimana kita menjadi bagian didalamnya”. Ujarnya.

Kemudian ditambahkan beliau bahwa “Harapannya para peserta pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka dapat mengikuti pelatihan dnegan baik dari awal sampai selesai kegiatan pelatihan ini.” Tambahnya.

 

Sebagai narasumber dalam kegiatan ini, Elis Sukaesih, M.Pd menjelaskan lebih lanjut mengenai kurikulum merdeka, serta memberikan gambaran bagaimana kurikulum merdeka ini diterapkan serta instrument-instrument pembelajaran yang harus disiapkan untuk menyongsong kurikulum merdeka.

Dalam pemaparannya beliau mengatakan bahwa “Kurikulum merdeka ini kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam dimana konten akan lebih optimal, juga perserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi” ujarnya.

 

Kemudian ditambahkan beliau bahawa, “Kurikulum merdeka ini ada karena adanya learning loss dan learning gap akibat pembelajaran jarak jauh selama masa pandemi. Tujuan kurikulum merdeka adalah membekali peserta didik dengan keterampilan abad 21 untuk menghadapi serta memecahkan masalah di masa depan.”tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa bahwa guru akan lebih leluasa dalam kurikulum merdeka ini “Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.” tambahnya.

Perubahan istilah dalam kurikulum merdeka seperti kompetensi yang diganti Capaian Pembelajaran (CP), silabus diganti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) langsung di pahamkan dengan praktek penyusunan secara berkelompok.

Dengan pemahaman kedua istilah tersebut beliau menggiring peserta untuk menyusun modul ajar yang dalam hal ini modul ajar merupakan perubahan istilah dari RPP. Proses penyampaian materi yang secara secara langsung dipraktekkan menjadikan  peserta makin mudah dalam memahami IKM sekaligus dalam penyusunan modul ajar.

Setelah paparan materi dari narasumber dilanjutkan dengan kegiatan tanya jawab. Antusias peserta terhadap materi begitu luar biasa, berbagai pertanyaan silih berganti seputar IKM, rasa ingin tahu secara detail hingga peserta ingin benar-benar memahami kurikulum merdeka. Refleksi dari kegiatan ini bahwa peserta lebih paham bagaimana mengimplementasikan kurikulum merdeka dalam pembelajaran.

Share this 

Facebook
WhatsApp
Twitter
Email

Tinggalkan komentar